Thursday 09th of February 2012

news blog logo
news menu leftnews menu right
Logo [AISC-Taiwan 2012] 兩個月見!

The paper submission period is now CLOSED. Thank you for your participation and see you in Hsinchu on March 17-19, 2012! Read more...

Visitors

We have 2 guests online

Statistics

Content View Hits : 35420
Home AISC Taiwan
Banner

Sekilas AISC-Taiwan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 08 May 2010 16:32

Di abad ini dunia memasuki era ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economy), dimana pertumbuhan ekonomi, kemakmuran, dan kesejahteraan suatu bangsa amat dipengaruhi oleh kemampuannya menguasai & mengkapitalisasi ilmu pengetahuan & teknologi. Era ini juga diwarnai oleh makin kuatnya kecenderungan sistem terbuka yang menimbulkan persaingan global, sehingga syarat mutlak suatu bangsa agar survive dan unggul di setiap lini persaingan adalah meningkatkan daya saing bangsanya (national competitiveness). Salah satu faktor utama yang bisa meningkatkan daya saing bangsa adalah peningkatan investasi dan perbaikan kualitas pengembangan SDM dan penelitian.


Indonesia sebagai negara berkembang dengan kekayaan alam yang melimpah membutuhkan tenaga terampil berbasis pengetahuan yang mampu mengelola, meningkatkan nilai ekonominya, dan memberi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi dalam hal keamanan, kesehatan, pendidikan, lingkungan, pertanian, industri, infrastruktur, dan sektor lainnya. Namun permasalahan besar yang berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM dan penelitian masih dihadapi Indonesia hingga kini. Indikator itu terlihat dari masih rendahnya investasi pengembangan SDM dan penelitian jika dilihat dari indikator jumlah penelitian dan pengembangan beserta outcomes-nya sebagaimana dilaporkan ADB tahun 2003.


Kondisi diatas berkorelasi positif terhadap peringkat daya saing bangsa yang masih rendah dibanding dengan negara-negara lain.  Rendahnya daya saing bangsa Indonesia itu juga bisa dilihat dari angka Human Development Index (HDI) yang dikeluarkan UNDP, dimana menempatkan Indonesia di urutan 107 dari 177 negara. Persoalan ini perlu segera dipecahkan jika bangsa Indonesia tidak ingin tertinggal dan tergilas oleh perubahan jaman yang begitu cepat. Langkah strategis telah dilakukan pemerintah dalam upaya peningkatan daya saing bangsa, diantaranya adalah peningkatan anggaran pendidikan hingga mencapai 20% (APBN 2009-2010), penyempurnaan sistem pendidikan nasional, dan peningkatan anggaran penelitian, walaupun angkanya masih jauh dari nilai anggaran riset yang dikeluarkan oleh negara-negara tetangga.  

Meskipun kebijakan yang diambil pemerintah masih jauh dari kata ideal sebagaimana diharapkan seluruh elemen bangsa, tapi sebagai anak bangsa kita tidak boleh hanya mengkritik pada setiap kebijakan yang dijalankan tanpa ikut berkontribusi pada berbagai peran & posisi yang memungkinkan. Sebagai kalangan akademis diluar negeri, baik itu pelajar maupun yang bekerja pada sektor-sektor strategis, memiliki peran yang penting untuk ikut memacu peningkatan daya saing bangsa. Salah satunya adalah berpartisipasi dalam penguatan dan akselerasi riset nasional sehingga mampu menjadi penyokong perkembangan industri nasional yang berbasis ilmu pengetahuan & teknologi yang dikembangkan oleh bangsa sendiri.


Aksi itu telah dimulai, diantara dengan munculnya Ikatan Ilmuwan Indonesia International (I-4), dan berbagai kajian keilmuan yang dimotori oleh para pelajar Indonesia dibelbagai negara tempat mereka menuntut ilmu. Sebagai bagian dari elemen bangsa yang punya rasa tanggung jawab dan komitmen tinggi terhadap kemajuan dan kesejahteraan bangsa, maka Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan (FORMMIT) bertekad mengambil bagian dalam gerakkan itu dengan menginisiasi sebuah forum ilmiah yang diharapkan hasilnya mampu menjadi pemicu peningkatan kualitas riset nasional dan percepatan kapitalisasi ilmu pengetahuan yang berujung pada naiknya pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan dan pemerataan kesejahteraan rakyat Indonesia. Dan ikut membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat dan diperhitungkan dalam percaturan  dunia.   

Termotivasi oleh latar belakang diatas, maka Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan (Formmit) akan menyelenggarakan sebuah kegiatan tahunan dengan nama :

Annual Indonesian Scholars Conference in Taiwan (AISC-Taiwan)

Tujuan dari AISC-Taiwan yang diadakan setiap tahun ini adalah:

 

  1. Menumbuhkan nasionalisme untuk bersama membangun Indonesia melalui penguatan & akselerasi riset nasional sebagai pondasi pembangunan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan.
  2. Menjadi wadah interaksi ilmiah antar pelajar/ilmuwan Indonesia di Taiwan dan dengan pihak-pihak terkait di tanah air untuk pengembangan ilmu dan teknologi.
  3. Melalui interaksi ilmiah lintas bidang tersebut diharapkan dapat membangun generasi penerus bangsa yang cerdas komprehensif dan kompetitif (Insan Kamil).

Sementara target dari AISC Taiwan adalah:

  1. Terbitnya kumpulan penelitian-penelitian terbaik pelajar & ilmuwan Indonesia di Taiwan dalam sebuah buku yang dapat didesiminasikan ke Indonesia secara berkala setiap tahun sebagai upaya percepatan dan peningkatan kualitas riset nasional.
  2. Konektor yang menjembatani terjalinnya hubungan strategis dan berkelanjutan antar pelajar/ilmuwan Indonesia di Taiwan, dan antara pelajar/ilmuwan Indonesia di Taiwan dengan pihak luar terkait khususnya untuk pengembangan IPTEK di Indonesia.
  3. Terjalinnya hubungan kemitraan strategis antara pelajar & ilmuwan Indonesia di Taiwan dan institusi terkait di Indoensia dalam pengembangan ilmu & teknologi di tanah air.

Bentuk Kegiatan :


A. Stadium general oleh dengan kombinasi pembicara dari para pakar, akademisi, praktisi, birokrat indonesia dan para pengusaha terkait ;

B. Group discussion yang dibagi berdasarkan bidang keahlian, diantaranya;

  1. Studi budaya, bahasa, dan perubahan sosial
  2. Ekonomi, manajemen, dan bisnis
  3. Elektronika, automasi/kontrol, komputer & teknologi informasi
  4. Material & Manufaktur
  5. Konservasi energi & climate change
  6. Agrikultur, agribisnis, & Food technology
  7. Kesehatan & farmasi

C. Target Peserta
Kegiatan ini akan mengundang partisipasi seluruh mahasiswa Indonesia di Taiwan, alumni, dan berbagai pihak terkait dengan komposisi sebagai berikut :

  1. Peserta utama adalah mahasiswa Indonesia di Taiwan & alumni Taiwan
  2. Peserta tamu adalah birokrat, peneliti atau akademisi dari Indonesia yang diprioritaskan memiliki visi kerjasama penelitian & pengembangan diberbagai bidang yang tercakup, baik itu Person to Person (P to P), atau Institution to Institution (I to I).

AISC-Taiwan 2010

AISC-Taiwan 2010, The First Annual Indonesian Scholars Conference in Taiwan, berhasil dilaksanakan pada:

Waktu : Sabtu, 20 Maret 2010

Tempat : International Conference Room, Southern Taiwan University, Tainan, Taiwan R.O.C

Arsip Kegiatan AISC Taiwan 2010

 

Lalu Muhamad Jaelani, Setyabudi Indartono, Prof. Wang, DR. Andreas Raharso, DR. Tjahjo Pranoto, Prof. Dr. Wu Hsin-Hsing, Bpk. Suhartono, Bpk. Yovial, Prof. Chih-Cheng Chao, Ph.D, P.Eng, Dr. Khoirul Anwar, Bpk. Bambang, Slamet Widodo, Badri Munir Sukoco, PhD

DR. Tjahjono Pranoto dari Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia, menjadi keynote speaker dengan menyampaikan paparan berjudul Government strategic step in strengthening and accelerating national research as a means of knowledge-based economic development. Pembicara kunci lainnya adalah Prof Chih-Cheng Chao, Ph.D, P.Eng dari Industrial Technology Research Institute (ITRI) Taiwan, yang menyodorkan makalah dengan tema “How to enhance the national competitiveness: Taiwan in study case”.

Di luar pembicara utama ini, AISC-Taiwan 2010 juga menghadirkan pembicara tamu, masing masing  Dr. Andreas Raharso dari Global R&D Centre for Execution, Hay Group, Singapore Dan Dr. Khoirul Anwar dari Japan Advanced Institute of Science and Technology ( JAIST) - Japan. Kedua nama terakhir ini adalah pengurus teras Ikatan Ilmuan Indonesia (I-4).

Sebagai tindak lanjut dari AISC Taiwan 2010 ini, dibentuk Indonesian Committee for Science & Technology Transfer in Taiwan (IC-3T). Pelantikan dan penandatangan dokumen IC-3T dilakukan langsung oleh Kepala KDEI dan Presiden FORMMIT dengan disaksikaan Dr. Tjahjo dan peserta konferensi lainnya.

“IC-3T ini selanjutnya menjadi wadah komunikasi dan kerjasama ilmiah  dalam pengembangan dan tranfer ilmu dan teknologi, serta menjadi sarana nyata dukungan  Ilmuan indonesia  dalam rangka peningkatkan daya saing bangsa,” ujar Muhamad Jaelani kepada JPNN, Minggu (21/3).

Dalam pelaksanaannya, tugas utama IC-3T adalah menyiapkan penyelenggaraan AISC-Taiwan  setiap tahun, menjalin kerjasama-kerjasama strategis dalam pengembangan dan tranfer ilmu & teknologi tepat guna (based on the science-technology demand) serta mengorganisasikan diskusi-diskusi periodik bulanan di setiap cluster.

Adapun formasi IC-3T adalah Board dan Komite tetap. Board terdiri dari DR. Tjahjono Pranoto (Kementrian Ristek),  Suhartono (Kepala KDEI), Dr. Khoirul Anwar (Perwakilan Asosiasi kelimuan) dan Ir. Setyabudi Indartono, MM (Unsur  FORMMIT). Sementara Komite Tetap terdiri dari  Sutarsis, Badri Munir Sukoco,  Lalu Muhamad Jaelani, Slamet Widodo dan  Bunga Primasari.

Acara ini didukung oleh Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Southern Taiwan University, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taiwan, Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional (I4), Masyarakat Ilmuan dan Teknolog Indonesia (MITI) dan  Indonesian Society for Soft Computing (SC-INA).

AISC-Taiwan 2011

Coming soon : March, 20, 2011

 

Last Updated on Wednesday, 26 May 2010 06:04
 

IC3Tformmit on Youtube

Supported by :

Indonesian Muslim Students Forum in Taiwan

Ministry of Education Republic of Indonesia

Ministry of Research and Technology Republic of Indonesia

Indonesian Economic and Trade Office to Taipei

Indonesian Muslim Students Forum in Taiwan




Powered by Joomla!. Valid XHTML and CSS.